 Bout me Saw the world 4 the First time, Friday 29 December.. 28 years ago.Believe in ALLAH SWT the only GOD in the universe.Jakarta, Indonesia the place where i spent my life with journalist activity. still looking 4 soulmate, enjoy living very much with music, fotography, books, movie, komputer, friends. A Brother with 2 siblings. I'm Totally Capricorn,independent, practical, dreamer, persistent, faithful, learner, moody, curious and adventurous mind, listener, adaptive, too sensitive for a man, forgetfull. don't try to separate me with coffe and smoke cause they are my breath and inspirations Just Try me...i'm safe..
e-mail, YM, FB : neoboncos@yahoo.com Follow me @denisukma

|
www.tujuh.co.nr - deniansyah Personal blog
Tuesday, October 11, 2011
Kisah inspirasi untuk para istri dan suami
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki : Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku. Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku. Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami. Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi. Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya. “Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??” “Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis. Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku. Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku. Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia. Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku. Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang. Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku. Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy! Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi. Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?” Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.” Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?” Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.” Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus. bundaiin.blogdetik.com
Posted at 01:09 pm by tujuh
/ lihat detail
Wednesday, March 23, 2011
Ceker Ayam Khasiatnya Mirip dengan Sirip Ikan Hiu
Ikan hiu akan punah sebentar lagi jika terus diburu untuk diambil siripnya yang konon sangat berkhasiat. Padahal untuk sekedar mendapatkan manfaat sirip ikan hiu, ceker ayam yang lebih mudah didapat punya kandungan nutrisi hampir sama.
Salah satu kandungan bermanfaat dalam sirip ikan hiu adalah kartilago atau tulang rawan, yang diyakini mampu memperbaiki kekebalan tubuh dan mencegah kanker. Sama seperti sirip ikan hiu, ceker alias kaki ayam juga banyak mengandung kartilago untuk melapisi persendian.
Seperti yang diberitakan detikHealth sebelumnya, American Cancer Society pernah mengembangkan obat kanker dari bahan tulang rawan. Obat yang dibuat dari sirip ikan hiu itu cukup efektif, namun bahan bakunya sulit diperoleh dalam jumlah besar tanpa mengganggu keseimbangan biota laut.
Dalam hal ini jika ikan hiu harus dilindungi, maka ceker ayam bisa menjadi alternatif karena sama-sama banyak mengandung tulang rawan. Ceker ayam jelas lebih mudah didapatkan karena unggas ini memang dibudidayakan sehingga tidak mungkin punah meski dikonsumsi terus menerus.
Kandungan lain yang bisa ditemukan pada sirip ikan hiu maupun ceker ayam adalah glukosamin dan kondroitin, 2 senyawa yang berkhasiat sebagai antiradang alami. Sebuah penelitian di tahun 1995 membuktikan, kedua senyawa itu bisa meringankan gejala radang sendi atau osteoarthritis.
Kelebihan lain dari ceker ayam dibandingkan sirip ikan hiu adalah kandungan kolagennya yang sangat tinggi. Kolagen yang merupakan sejenis protein dan banyak dipakai dalam produk kecantikan ini banyak terdapat pada tulang, persendian, maupun bagian kulit yang mengeras pada ceker ayam.
Protein yang akan memberi sensasi rasa agak kenyal pada ceker ayam saat dimasak ini diyakini baik untuk kesehatan kulit karena bisa mengurangi efek penuaan termasuk kulit kusam dan keriput. Dikutip dari Wisegeek, Rabu (23/3/2011), kolagen juga baik untuk kesehatan rambut dan kuku, sehingga cocok bagi yang ingin menjaga kecantikan fisik.
Meski demikian, ceker ayam tidak banyak mengandung daging atau otot yang merupakan sumber protein utama. Untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang, imbangi hobi makan ceker ayam dengan makan dagingnya terutama bagian dada yang mengandung lebih banyak protein dan hanya sedikit lemak pada kulitnya.
(detikhealth)
Posted at 03:40 pm by tujuh
/ lihat detail
Monday, February 28, 2011
DOA MINTA JODOH GAK DIKABUL2in JUGA (joke)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Jauhkanlah. (edisi wajar)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Tolong dibantu yak! Bimsalabim jadi apa prok 3x! (edisi Pak Tarno)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong dicek lagi ! Mungkin salah baca.. (edisi ngotot)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, TER LA LU... (edisi Bang Rhoma Irama)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong isi pulsa mama yaaaa. (edisi penipu)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,saya hanya bisa prihatin (edisi SBY)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, temennya lucu juga. (edisi nawar)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, kenapa dia ada di GOLKAR? (edisi oposisi)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, SALAH GUE?!! SALAH TEMEN-TEMEN GUE?!! (edisi AADC)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, ya sudahlah... (edisi Bondan feat Fade 2 Black)
Ya Tuhan... kalau dia ini jodohku, lindungilah dia! Jangan sampai dia tertukar ato hilang. (edisi sendal saat Shalat Jumat)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku dekatkanlah, kalau dia bukan jodohku, jodohkanlah, tapi kalau dia sudah kau jodohkan dengan orang lain, putuskanlah, dan jodohkan ia denganku.. (edisi maksa)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Gw datengin rumahnye...gw gorok bapak ibunye...gw perkosa dia...gw acak2 kamarnya... mau apa loe... (edisi preman tanah abang)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, langsung saja kita ke TEKAPE (edisi OVJ)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, WASPADALAH, WASPADALAh (edisi bang napi)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,aku cari yang laen, Gitu aja kok repot.... (edisi Alm. Gusdur)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Nice info gan... (versi Junker Kaskus)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, maka dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, aduuuuh... ga gini2 juga kaleeeee... (versi sketsa trans7)
"Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, kita hadapi dengan konfrontasi militer." (Versi Soekarno, Presiden I Republik Indonesia)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, minta cendol aja deh < versi kaskuser ISO >
ya Tuhan... klo dia jodohku, dekatkan lah... klo di bukan jodohku, pej wan gpp dah (edisi rebutan pertamax) ya Allah klo dia jodohku,dekatkanlah...klo bukan jodohku, yang lain pasti ketinggalan (edisi iklan yamaha)
ya Tuhan, kalau dia jodohku, dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, berarti kena zonk! (edisi super deal)
"Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, selama hayat msh dikandung bdan, selama darah masih mngalir ditubuhku akan kucoba untuk merebutnya (versi nasionalis)
ya Allah klo dia jodohku,dekatkanlah...klo bukan jodohku, biarkan yang penting "Basoo... , Sate..... Enak ya ..." (Versi OBAMA)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku ... KAMEHAMEHA!!! (versi dragon ball)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku APAAN TUUH !!! (versi Jaja Miharja)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku hatiku sangat kacau ... (versi balonku ada 5)
ya Allah klo dia jodohku,dekatkanlah...klo bukan jodohku, saya bersumpah tidak akan membiarkan keterpurukan ini terus berlangsung (edisi capres 2009 Wiranto)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,Gak papa lah yang penting dapet First Blood ( edisi Dota )
Y4 TUh4n... kl4u d!4 jOdOhku, d3k4tk4nl4h. K4l4u dI4 bUkan jOd0hkU,, YA GAK SEGITUNYA JUGA KALE,,, ( Versi ababil +Alay )
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, mantra gagal gan... (edisi gagal pertamax)
ya tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah. .. kalau dia bukan jodohku ..cari yg bisa nego n terima COD ato kirim2 aja deh.. (FJB version..)
Ya tuhan klo dia jodohku dekatkanlah, klo bukan iiihhhh, yawde c ne' , eike juga cuih sma yey.. yey gak cucok dech aiii.... ihh yuuu mareeee... (edisi banci taman lawang)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, deketin dong masa gitu aja gak bisa, lo kan tuhan!. (edisi maksa)
ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah. ..kalau dia bukan jodohku . .Dari dulu beginilah cinta, , sungguh deritanya tiada berkesudahan (Edisi Pat Kay)
ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah. ..kalau dia bukan jodohku . .(Mata Melotot) , , APA!!! (Edisi Sinetron)
ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah. ..kalau dia bukan jodohku . .yang penting Izin Ctrl+D dulu dah (Edisi Kaskuser gila Bookmark)
Ya Tuhan kalo dia jodohku maka dekatkanlah , jika bukan biar hujan menghapus jejakmu (versi peterpan)
Ya Tuhan kalo dia jodohku maka dekankanlah , tapi sepertinya 68% dia jodoh saya, tanpa rekayasa (versi roy sukro)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku yang penting ROSO (versi Maridjan...)
Ya Tuhan jika bukan jodohku.... yg penting bantu saya biar bs "sundul" dia terus, biar jd HT (Versi TS)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, ih...ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok.... (edisi anggota DPR ninggalin TKW di Dubai)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, I'll be back! (edisi terminator)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku...ah masa sih!? yg boneng gan!!?? (edisi kaskuser nyolot)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, jauhkanlah...asal kami tetap dekat di hati.. (edisi ngarep)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, bayarlah....jauh dekat 3500 (edisi kenek metro mini)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, maka rumusnya adalah e = mc2 (edisi Einstein)
ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah. ..kalau dia bukan jodohku . . Bertahan satu cinta Bertahan satu c.i.n.t.a (Versi D'bagindas)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, timpuk bata aja gan.. (edisi brp ngasal)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, jodohin ama mimin aja deh.. (edisi "maho")
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, asdjasfj.. (edisi koneksi dewa)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, prikitiew.. (edisi sule)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, jodohin ama tante pretty juga boleh.. (edisi ssti)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, nongton tenis di bali ahh.. (edisi gayus)
"ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah.. kalau dia bukan jodohku, OOH TIDAK BISA!" (edisi Sule)
"ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah.. kalau dia bukan jodohku, GARUDA DI DADAKU GARUDA KEBANGGAANKU KU YAKIN HARI INI PASTI MENANG" (edisi suporter Indonesia gila bola)
ya tuhan kalau dia jodohku dekatkanlah, kalau dia bukan jodohku, biarin aja laser yang penting menang (edisi FAM (malon))
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, maka dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku kembalikanlah sepatu, jam tangan, kalung, cincin yang sudah kuberikan.. Ya Tuhan...kalo dia jodohku, dekatkanlah. kalo bukan, saya akan mundur dari PSSI (versi Nurdin )
Ya Tuhan...kalo dia jodohku, dekatkanlah. kalo bukan, itu kan tuntutan skenario, profesionalisme saya mau dikemanakan? lagipula kan unsurnya art (versi artis film horror)
Ya Tuhan...kalo dia jodohku, dekatkanlah. kalo bukan, aya-aya wae (versi Jarwo Kuwat)
Ya Tuhan...kalo dia jodohku, dekatkanlah. kalo bukan, BACHDIM..BACHDIIMM..KYAAA!! YA OLOH BACHDIIMMM..GANTENG BANGET! (versi suporter wanita)
Ya Tuhan...kalo dia jodohku, dekatkanlah. kalo bukan, MUANYUUUSSSSS MUAKLEGENDERRRR~ (versi pak Bondan)
ya tuhan, jika dia jodohku dekatkanlah, jika bukan maka siapapun jodohnya, minumnya teh botol sosro" (versi sosro)
Ya Tuhan bila dia jodohku dekatkanlah, Bila bukan damai aja pak!!! versi kna tilang Ya Allah klo dia jodohku dekatkanlah, kalo bukan, gue hack semua yg berhubungan ama loe (versi Hacker)
ya Tuhan, kalau dia jodohku, dekatkanlah. tetapi kalo dia bukan jodohku, aku minta yang lebih cantik, semok, bohai, mulus, putih (edisi dikasih hati minta jantung)
ya Tuhan, kalau dia jodohku, dekatkanlah. tetapi kalo dia bukan jodohku, bikinlah dia sange kepadaku sehingga aku bisa kawin dengannya walaupun hanya sekali. (edisi bokep mania)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Mamahnya juga boleh.. (Edisi Pecinta Tante Tante)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku OoOOO TIDAK BIS'SAAAAA!!!!! (Versi SULE)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...AAaahhh bbbi sssaaaaa aaajjjaaaa dddeehhhh lllloooo ee eeee... (Versi ajis gagap)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...Tenang Pren...kita kan Bro (Versi Andre)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...kita kembali keee LAPTOP.... (versi 4 mata)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...eeaaa...eaaa..eaaaa..eaaa..eaaa..aaaaaaaaa.waahahahahaha (Versi penonton 4 mata)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...berarti dia cewe Brengsek! (versi sumpah serapah)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...ya ampun..berarti dia pembantuku dong... (Versi majikan)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku ...3M4n6NY4 6W P1k112In? (versi 4L4Y3R5)
Ya Tuhan kalo dia jodohku dekatkanlah, kalo dia bukan jodohku...tolong tunjukin SIM ama STNK nya yaaa... (Versi polantas)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong isi pulsa mama yaaaa. (edisi penipu)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku,kenapa hatiku cen*t cenut (sm*sh persion)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku anda akan tertidur dalam hitungan ke 3.... (versi hipnotis)
ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, maka jodohkanlah... kalau ternyata bukan jodohku, kupaslah hatinya setajam silet (edisi feni rose)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, maka dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, kapan kapan,kita berjumpa lgi.. (versi Koes Plus)
ya Tuhan, kalo dia jodohku, dekatkanlah dia, kalo dia bukan jodohku, tolong lakukan sesuatu ... (doraemon version)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku kembali ke laptop (edisi Tukul)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku mari kita nonton tenis di Bali (edisi Gayus)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku yang boneng lu gan? (edisi junker)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku saya tidak mau mundur dari PSSI (edisi nurdin)
Ya Tuhan... kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku barcend yok gan (edisi ISO)
Ya Tuhan..jika dia jodohku jauhkan lah..jika dia bukan jodohku..ku ucapkan alhamdulillah.. (edisi nolak jodoh)
ya Tuhan..jika dia jodohku dekat kan lah..jika dia bukan jodohku..buat apa ku berdoa? (edisi songong)
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah..
Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah..
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh..
Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku..
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku..
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali..
Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku..
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku.. Amin.
(EDISI HARUS PASTI KUDU BERJODOH)
sumber: KASKUS
Posted at 04:26 pm by tujuh
/ lihat detail
Wednesday, December 29, 2010
32 tahun bukanlah sesuatu yang buruk...
Citayem, 29 desember 2010
percayalah, usia 32 tahun bukanlah
sesuatu yang buruk.. bahkan ketika teman-teman seumuranmu
sedang sibuk mengurus dua anaknya dan sedang menunggu lahirnya anak
ketiga...ada juga yang sedang sibuk memikirkan proses perceraiannya
bahkan yang sedang deg-degan menyambut hari pernikahannya yang
tinggal menghitung hari...
Memang agak berdengung, ketika telinga
harus mendengar ratusan ribu kali pertanyaan, kapan menikah? Kenapa gak laku-laku?
Nyari apa lagi sih? Tembakan pertanyaan datang kapanpun, dimanapun,
di acara pernikahan, di kantor, di rumah sodara, dirumah teman,
bahkan dirumah sendiri. Lidah pun kelu untuk menjawabnya dan merahnya
telinga hanya bisa terobati dengan senyum kecut yang tersungging agak
memaksa di bibir hanya untuk memuaskan sang para penanya yang memang
peduli dengan kesendirian kita atau hanya ingin memuaskan sifatnya
yang mau tau segala urusan orang. Membuatku semakin lihai mengeles
seperti chris jhon!
Tidaklah salah jika sekedar muncul rasa
sedikit iri, ketika melihat pasangan muda sedang tersenyum bahagia
bercengkrama dengan sang buah hati di tengah taman indah, di dalam
mobil, di atas motor, di gedung bioskop, di tempat makan. Betapa
aroma kebahagian mereka terasa sangat harum dan indah menyeruak
didalam rongga dadaku, gerakan lincah sang putra mungil dan sedak
tawa sang putri mungil pun meyusup ke sudut mataku memaksa untuk
menggelinangkan air mata iri. Tidaklah salah kan Tuhan?
Bukanlah tabu, ketika olokan teman
mempertanyakan fungsi kemaluanku yang tetap menggantung disana tak
digunakan selama 32 tahun menjadi bahan lelucon yang membuat gelak
tawa dengan pantunnya 'lebih baik rusak terpakai daripada busuk
menggantung'. Apakah mereka sadar, masih ada jutaan orang sepertiku
yang memilih dan atau dipaksa keadaan sehingga harus menahan
kemaluannya agar tak berfungsi. Menahan kemaluan agar tak digunakan
dalam usiaku ini adalah hal terberat yang menjadi godaan dalam hidup,
ketika hormon testosteron dan adrenalin yang sedang memuncak tapi tak
ada pelampiasan karena ingin mempertahankan prinsip dan norma agama
ditengah dunia gila ini, bahkan hanya dengan jentikan jari ku mampu
membelah duren dan menghirup aromanya kapanpun ku mau, oh sangatlah
tidak mudah, mungkin hanya nabi yang mampu menahannya.
'kita sulit meninggalkan masa lalu,
hanya masa lalu selalu meninggalkan kita'... kata-kata ucapan ulang
tahun dari sahabat cukup mengrenyutkan dahi. Betapa waktu sangat
kencang berlari, bahkan gak mampu dikejar. Paling enak jadi Nobita
yang punya Doraemon tinggal minta mesin waktu supaya bisa hentikan
waktu agar ku mampu berbuat baik lebih banyak untuk membahagiakan
orang lain. Atau naik mesin waktunya untuk kembali ke masalalu dan
memperbaiki kesalahan ku yang pernah melukai dan menyakiti orang
lain. Waktu terus melaju.. katanya ada yang bilang kalo orang baik
cepet matinya, separuh hidup sudah lewat tanpa ada hal yang bisa
dibanggakan.. ku takut cepet mati, karena aku orang baik..
Adalah sombong ketika ku bilang,
hidupku sekarang adalah pilihanku! Andai kau tau, akupun ingin sepertimu
dan seperti mereka jika hidup sendiriku ini dibilang tidak normal.
Tapi jalan hidup sudah ada yang mengatur, ya memang kita bisa
mengubahnya dengan usaha kita sendiri. But for sure, kalo udah
jungkir balik tapi masih dikasih seperti ini juga, so be it! Just
relax, don't try to be perfect and enjoy your life. Gak semua orang
punya jalan hidup normal seperti orang-orang biasanya.
Adalah sangat sedih, ketika sahabat
hang out, teman gila-gilaan, mulai hilang dan habis karena sudah
punya dunia baru dengan istri dan anak yang jadi tujuan hidup
barunya. Sumpah, sangat gak nyaman berada disini sendirian. Tak bisa
lagi diajak have fun, karena harus hemat untuk beli susu dan
sekolahin anak. Tak bisa lagi diajak begadang karena deringan ponsel
yang terus berbunyi menyuruhnya pulang sebagai bagian tanggung jawab
karena sudah berkeluarga. Tak ada lagi lelucon segar karena selalu
pusing masalah rumah tangga. Tak ada lagi sosok para sahabatku yang
dulu.. I miss you all gags!
Hutang pada orangtuapun terbayar
sudah...
sebagai anak tertua, tentu saja harus
menyenangkan orangtuaku tercinta. Beban berat ketika diusiaku ini
belum mampu mewujudkan satupun impian mereka, untungnya kupunya adik
perempuan yang akhirnya membantuku melunaskan impian mereka. Utang
pesta penikahan pun telah berlangsung dengan hadirnya senyum bahagia
diwajah mereka, ditambah lagi lunasnya utang hadirnya cucu pertama
yang insya Alloh terbayar di bulan april 2011. sedikit agak legaa..
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan...
Bagiku, adalah ironi.. ketika kekasih
yang sangat didambakan karena cocok belum bisa kumiliki sepenuhnya
karena sosok egois sang wali nikah. Selama 4 tahun, hal ini memenuhi
80 persen otak dan hatiku, Siapa yang harus disalahkan? Apakah
pilihan yang kuambil salah? Apa hanya karena prinsip dan norma agama
yang kucoba pertahankan harus membenturkan semua ini? Haruskah
kulanggar semua ini? Apakah prestige jadi hal yang utama pak? Lebih
baik sohor meskipun tekor? Halah, apalagi ini... pak, pak.. saya
doakan semoga cepet sadar yaa!
sudah banyak cerita kudengar, sudah
banyak nasehat kulahap, sudah banyak refrensi kusimak tapi semua
ujungnya ada ditangan kita sendiri. Bahkan ketika berbenturan dengan
masalahpun hanya kita sendiri gak ada orang lain yang bisa bantu kita
apalagi dukun, cuma Alloh yang bisa menolong! inget itu pak. Masalah
keluarga bapak banyak banget, hadapin dong, jangan kabur dan
menyalahkan orang lain terus, bapak adalah kepala rumah tangga!
Belajarlah bertanggung jawab dan berperilaku layaknya kepala
keluarga. Bapak boleh lebih tua dari saya 25 tahun, tapi saya yakin
kalo saya lebih dewasa dari bapak.
Memang tidak mudah hidup di usia 32
tahun... yang penting ku bersyukur karena ku
punya hati baik, punya cinta dan punya orang yang mencintaiku.
Terimakasih Tuhan..
I love you...
Posted at 01:50 am by tujuh
/ lihat detail
Don't buy Vista Security
|