
![]() e-mail, YM, FB : neoboncos@yahoo.com Follow me @denisukma ![]() ![]() |
www.tujuh.co.nr - deniansyah Personal blog
Alhamdulillah, segala puji dan Syukur kami panjatkan
kepada Allah SWT atas berkat dan Rahmatnya memperpanjang usia Tabloid Phone3
(baca; PhoneTRI) hingga 7 tahun pada 1 April 2012. Terimakasih kepada semua
pihak yang terkait dengan tabloid Phone3 atas kebersamaan yang indah selama 7
tahun ini, semoga ditahun-tahun mendatang Tabloid Phone3 selalu menjadi lebih
baik dan tetap mampu menjaga kepercayaan para pembaca setia Tabloid Phone3
(baca; PhoneTRI). Berbicara tentang angka 7, saya sangat menyukai angka
7. Ketertarikan saya dengan angka 7 diperkuat ketika mempelajari makna angka 7
yang diungkapkan juga melalui sebuah buku “Kecemerlangan angka 7 dalam
al-Quran” karangan Abdudaim al-Kahil, seorang penulis Syiria, dicetak oleh
komite trofi internasional al-Quran Dubai. Dibutuhkan waktu 10 tahun untuk
melakukan penelitian dalam menulis buku tersebut. Dalam buku ini, dia berhasil
membuktikan bahwa al-Quran memiliki sistem angka. Setelah mengkaji setiap ayat,
jumlah huruf, jumlah kata, jumlah ayat dan posisi ayat tersebut dalam sebuah
surat akan terlihat bahwa angka-angka yang muncul telah diperhitungkan dengan
matang. Akhirnya, yang bakal muncul angka tujuh dan turunannya. Angka 7 adalah
angka yang paling banyak diulang dalam Al Quran setelah angka 1 (ahad). ini
menunjukkan betapa pentingnya angka 7 ini dan disebut sebanyak 27 kali. Angka
pertama yang disebutkan oleh Allah dalam al-Quran adalah angka 7. Antara surat
Baqarah, pertama kalinya disebutkan angka 7, dan surat Naba’, di mana angka
tujuh terakhir disebutkan dalam al-Quran, dipisahkan oleh 77 surat. Menurut cerita, angka 7 juga telah mempesona sejak
jaman dahulu kala. Di China angka 7 dihubungkan dengan kehidupan gadis, dimana
gadis mempunyai gigi susu pada usia 7 bulan dan tanggal pada usia 7 tahun,
dalam 2 x 7 tahun “roda yin” membuka ketika ia mencapai masa puber, dan pada 7
x 7 = 49 datanglah masa monopause. Kesakralan angka 7 tidak ditemui di Amerika
pra-Columbian dimana bangsa Maya percaya bahwa pada 7 lapis langit dan
menganggap 7 sebagai angka penjuru mata angin. Angka 7 juga banyak di jumpai di India, menurut
cerita, angka 7 adalah angka penting terpenting di Weda selain angka 3. Angka 7
secara khusus berkaitan dengan Agni, dewa Api yang memiliki 7 istri, ibu atau
adik serta 7 api, balok atau lidah, dan lagu lagu yang diperuntukkan baginya
berjumlah 7. Dalam kepercayaan mereka dewa matahari mempunyai 7 kuda penarik
keretanya di langit. Dalam Budha (sidharta Gautama) yang baru lahir
diyakini oleh pengikutnya, ketika lahir langsung menapak 7 langkah. Ia mencari
keselamatan selama 7 tahun dan mengitari pohon bodhi selama 7 kali sebelum
duduk bermeditasi dibawahnya. Masih menurut cerita, bahwa Syurga Budha
mempunyai 7 teras, 7 karya keagamaan akan membawa manfaat bagi orang orang yang
mempercayai kehidupan ini. Dalam islam, yang menarik dan untuk dicatat adalah,
bahwa surah pertama dalam Al-Qur’an, Al-Fatihah mempunyai 7 ayat. Kalimah
Syahadat dalam Laa Ilaaha ilaa Allaah, Muhammad rasul Allah terdiri dari 7
kata. Menurut Al-Qur’an Tuhan menciptakan langit dan bumi menjadi 7 lapis. Lalu
Thawaf mengelilingi Ka’bah di Mekkah dilakukan sebanyak 7 kali, demikian juga
dengan lari lari kecil (Sa’i) antara Shafa dan Marwah. Pada akhir haji, dekat
Mina, syetan di lempar dalam 3 kali masing masing dengan 7 buah kerikil kecil
yang lazim disebut (melempar jumroh). Angka 7 juga disukai oleh kaum Sufi. Tasawuf
memperbincangkan 7 Lathaaif, atau titik titik subtil pada tubuh tempat kaum
Sufi memusatkan kekuatan spiritualnya. Dalam tradisi Jawa, ada moment tertentu
yang berhubungan dengan angka 7. Sebagai contoh ketika orang hamil sudah usia 7
bulan, maka diadakan selamatan dengan istilah yang disebut “Tingkepan”. Lalu
pada bayi yang telah berusia 7 bulan, maka ada prosesi yang dinamakan turun
tanah. Persyaratan Upacara adat tertentu harus menggunakan kembang 7 rupa,
mandi 7 sumur, pesta kadang juga diadakan 7 hari 7 malam. Banyak lagi beberapa keunikan tentang mitos kekayaan
yang sampai 7 turunan, benua ada 7, Allah menghias manusia dengan 7 anggota
badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. 7 pintu neraka, 7
pintu surga, 7 keajaiban dunia, 7 lubang dalam tubuh kita, 1 minggu 7 hari, 7
warna pelangi. Demikianlah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Berkehendak
telah menciptakan alam semesta dengan penuh misteri, seperti misteri nya angka
7. Sebuah perusahaan riset aplikasi memberikan
informasi bahwa toko aplikasi Android Market kini memiliki sekitar 400 ribu aplikasi pada akhir tahun 2011,
baik yang gratis maupun berbayar.
Peningkatan ini terbilang cukup pesat karena bulan April 2011 hanya tersedia
200 ribu aplikasi dan bulan Agustus 2011 baru mencapai 300 ribu. Bahkan Google
sendiri baru-baru ini melaporkan aplikasi di Android Market total telah diunduh
sebanyak 10 miliar kali, dengan
komposisi aplikasi gratis diunduh sebanyak 68% sedangkan aplikasi yang berbayar
diunduh sebanyak 60%. Dengan aktivasi perangkat Android telah mencapai 500 ribu per hari bukan hal
yang aneh jika 1 milyar aplikasi diunduh dari Android Market setiap bulannya. Di
industri smartphone, iPhone dan BlackBerry sepertinya sudah mulai kewalahan dengan
serbuan gadget Android. Tak pelak jika pada tahun Naga Air ini, Android
digadang-gadang akan kian meraksasa
meskipun BlackBerry masih tetap memiliki pengguna fanatiknya. Beragam analis juga
memperkirakan market share (dari tahun 2011 ke 2012) Android akan meroket dari 38.5 persen menjadi 49.2 persen,
Windows Phone naik dari 5.6 persen menjadi 10.8 persen, Symbian turun dari 19.2
persen ke 5.2 persen, BlackBerry OS turun dari 13.4 persen ke 12.6 persen, iOS
turun dari 19.4 persen ke 18.9 persen, sementara OS lain turun dari 3.9 persen
ke 3.4 persen. Tingginya minat konsumen terhadap handset Android, muncul
seiring meluncurnya inovasi produk, seperti layar sentuh, kamera beresolusi tinggi harga yang semakin terjangkau
dan berbagai aplikasi gratis di Android
Market. Indonesia merupakan pasar yang
cukup konsumtif yang masih memberikan potensi bisnis menjanjikan bagi para
pelaku industri seluler terkait dengan prilaku konsumen di tanah air yang kerap
menggonta-ganti ponselnya dalam kurun waktu 7-14 bulan sekali. Di tahun 2012
ini pun pertumbuhannya diperkirakan masih naik 50% dengan smartphone berbasis
OS Android yang bakal mendominasi dengan range harga dari Rp 800 ribu sampai
dengan Rp 4 juta. Tidak hanya vendor branded yang meluncurkan smartphone
Android dengan harga terjangkau, para vendor lokalpun terlihat kian serius
menggarap ponsel pintar tentunya dengan mencangkokkan sistem operasi Android ke
dalam ponsel pintar jagoannya dengan harga yang lebih murah. Pada edisi
kali ini Tabloid Phone3 (baca; PhoneTRI) pilihkan beberapa smartphone Android
yang sedang ditunggu-tunggu selama tahun 2012, antaralain yaitu pemanasan awal
Samsung di tahun 2012 melalui Samsung Galaxy Ace Plus, juga beberapa vendor
global yang mulai meluncurkan produk Android andalan mereka seperti LG Optimus
2, Samsung Galaxy Nexus, HTC Edge dan juga Sony Ericsson Xperia Neo V. Tak
ketinggalan para vendor lokal di awal 2012 ini juga mulai meluncurkan Android
terbaru mereka seperti K-Touch W700 dan juga Nexian Magic NX-A893. Semoga
semakin banyak bermunculan ragam produk smartphone Android dengan harga yang
semakin terjangkau yang memenuhi pasar ponsel tanah air di tahun Naga air ini,
sehingga kita semakin dimanjakan dengan banyaknya pilihan smartphone murah dan
berkualitas. Tabloid Phone3 (baca; PhoneTRI), informasi seluler terkini.. Butuh waktu
kurang lebih dua tahun sejak pertama kali ponsel dengan sistem operasi Android
secara resmi masuk ke pasar ponsel tanah air untuk bisa memiliki harga yang
bervariatif dan terjangkau untuk masyarakat umum. Ponsel Android yang identik
dengan harga mahal dan ragam produk yang masih sedikit kini sudah jauh berbeda,
banyak vendor lokal maupun vendor luar yang menggelontorkan berbagai macam
ponsel Android di Indonesia dengan harga yang lebih murah dan jenis yang
beragam. Masyarakat sekarang makin mudah untuk mencoba berbagai teknologi
terbaru yang disajikan oleh Android karena Android kini mulai menyentuh para
konsumen yang memiliki daya beli rendah. Perlahan tapi pasti, pertumbuhan
pengguna smartphone dan tablet berbasis sistem operasi Google Android jumlahnya
diperkirakan telah mencapai angka lebih dari 200 ribu pengguna sejak dua tahun
lalu. Hal ini terlihat dari data pengguna Android di Telkomsel yang sudah
mencapai angka 170 ribu dan XL yang mencapai angka lebih dari 50 ribu, belum
lagi dari operator lain. Dalam laporan
terbaru Nielsen, Google saat ini menguasai 40 persen pasar smartphone di dunia.
Sementara Apple masih berada 28 persen di pasar, nyaris mendekati 0,01 persen
poin peningkatan dari tahun lalu. Laporan yang diturunkan oleh Nielsen juga senada
dengan temuan dari situs ComScore, Google sendiri mempunyai pangsa pasar
41,8 persen dan Apple 27 persen, naik satu poin persentasenya dari keseluruhan
semenjak tahun lalu. Sedangkan perusahaan riset Gartner Inc. juga memberikan
informasi hasil risetnya yang menunjukkan bahwa perangkat Android berhasil
menyumbangkan 43,4 persen dari penjualan ponsel pintar secara global dalam
setiap kuartalnya, hal ini menunjukan bahwa sistem operasi Google telah
beranjak dari pemain kecil menjadi kekuatan pasar dalam waktu yang relatif
singkat. Hal ini dipicu meningkatnya jumlah produsen ponsel yang menawarkan
ponsel Android dengan harga murah dalam kisaran 100 dolar (sejutaan rupiah). Nielsen
juga menemukan bahwa sekitar 33 persen dari pengguna yang berencana membeli
smartphone di tahun berikutnya memilih iPhone, selebihnya berencana akan
membeli Android. Bahkan
In-Stat, sebuah lembaga riset pasar memperkirakan jumlah smartphone Android murah di tahun 2015 akan mencapai 339 juta
unit. In-Stat mengatakan bahwa konsumen smartphone hanya memiliki satu pilihan
jika mereka menginginkan smartphone dengan harga murah dan itu adalah
smartphone Andorid. Seiring dengan rilis Android Ice Cream Sandwich dan
selanjutnya akan ada versi Android yang lebih baru, dipastikan smartphone
dengan versi Android lebih lama akan segera turun harga. Kebanyakan smartphone
Android harga rendah rilis dengan Android 2.2. atau 2.3 karena dua versi
Android tersebut merupakan perpaduan yang baik antara berbagai fitur dengan
jumlah memory dan penggunaan prosesor sederhana. Seiring dengan semakin
banyaknya persaingan di pasar smartphone maka di tahun-tahun kedepan
diperkirakan harga smartphone Android akan semakin murah. Penelitian ini
pastinya sangat menguntungkan bagi konsumen karena memiliki banyak pilihan
smartphone Android dengan beragam kualitas dan harga yang semakin murah.
Semakin terjangkau, ponsel Android dengan segala kelebihannya akan
menjadi primadona Indonesia di masa yang akan datang. Tabloid Phone3 (baca;
PhoneTRI), informasi seluler terkini… 'ROBOT IJO' yang dimaksud disini bukanlah sosok makhluk misterius
nan menakutkan seperti 'Kolor ijo'
yang sempat menggemparkan masyarakat beberapa tahun yang lalu. 'Robot Ijo' yang
ini adalah sistem operasi ponsel yang bernama Android (Logo Android robot berwarna hijau). Android sendiri adalah sistem
oprasi berbasis linux yang di tujukan untuk perangkat mobile, PDA atau pun
tablet, sama seperti Windows Mobile, Symbian, ataupun Meego. Namun tidak
seperti sistem operasi yang lainya, sistem operasi besutan Google ini merupakan
opensource dengan perkembangan yang cukup cepat dari versi Cupcake (1.5) yang
rilis pada april 2009, kini hadir android Froyo (2.2) di bulan Mei 2010,
berkembang hingga Gingerbread (2.3) dan yang terbaru adalah Honeycomb (3.0).
Ciri-ciri opensource pada Google inilah yang sangat mencolok, pengembangan yang
sangat cepat dan beragam aplikasi yang sangat variatif yang tersedia di pasar (market) atau pun non market yang
membuat pertumbuhan dan kepopuleran si robot ijo semakin menggila. Pengunduh aplikasi Android
semakin berjubel. Google baru saja mengumumkan bahwa secara total, sekitar 3
miliar aplikasi kini telah terpasang di berbagai perangkat berbasis Android di
seluruh dunia. Pencapaian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Google
mengumumkan aplikasi terinstall sejumlah 2 miliar. Ini menunjukkan semakin
populernya Android karena dahulu dibutuhkan waktu sampai 20 bulan untuk
mencapai angka 1 miliar. Seperti yang dikutip dari TechRadar, download aplikasi
Android dinyatakan meningkat 50% pada saat ini jika dibandingkan dengan kuartal
4 tahun 2010. Selama beberapa bulan terakhir ini saja, pertumbuhan Android
telah meningkat dan kini telah melampaui iOS. Sebuah survei yang dilakukan
jaringan InMobi, perusahaan yang melayani 31,9 miliar tayangan bulanan mobile
advertising untuk lebih dari 220 juta konsumen, mengungkapkan penetrasi
smartphone melesat karena Android. Orang semakin memilih smartphone (ponsel
pintar) karena daya tarik si robot ijo ini. Pertumbuhan pengguna ponsel
Android kian melesat. Bahkan menurut hasil riset yang dikeluarkan oleh
Comscore, dalam 3 bulan terakhir, OS mobile 'robot hijau' terus mencuri pangsa
pasar dari Research In Motion (RIM), Microsoft dan Palm. Dalam periode November
2010 hingga Februari 2011 pengguna Android meningkat 7 persen dari 26% menjadi
33%. Sedangkan pangsa pasar untuk BlackBerry RIM, Windows Phone Microsoft, dan
Palm kian merosot. Dalam periode yang sama, pengguna
BlackBerry di Amerika Serikat juga turun 4,6% dari 33,5% menjadi 28,9%. Hal
serupa juga terjadi pada Windows Phone 7 yang baru diluncurkan akhir 2010.
Sistem operasi besutan Microsoft itu terus berkurang sebanyak 1,3% dari 9% ke
7,7%, diikuti Palm yang turun 1,1% dari 3.9% ke 2.8%. Hal berbeda terjadi pada
Apple. Meksi digempur oleh banyak ponsel Android, pengguna yang memilih untuk
memakai iPhone masih terus meningkat dari 25% ke 25,2%. Bukan kenaikan yang
besar memang, namun ponsel ini mampu menahan serangan Android. Android bahkan dinilai analis
bak 'mimpi buruk' bagi BlackBerry. Menurut data lembaga riset Canalys misalnya,
penjualan Android kini telah menguasai 44 persen pangsa pasar smartphone di
Amerika Serika pada kuartal tiga 2010. Disusul oleh Apple yang menggeser RIM di
posisi ketiga dengan 26 persen daerah kekuasaan. Lembaga riset lain pun
menyajikan perhitungan yang kurang lebih sama. Setali tiga uang dengan Canalys,
NPD juga menyebut Android mendapat 44 persen proporsi penjualan ponsel pintar
di AS selama Q3 2010. Jumlah ini melonjak 11 persen ketimbang kuartal kedua
2010. Sistem operasi Android diperkirakan bakal berjalan pada 38,5 persen
ponsel di seluruh dunia. Bahkan, perusahaan riset teknologi Gartner
mensinyalir, pada 2015 nanti Android bakal menguasai 48,8 persen pasar OS. (Mei 2011) |
|||||||||||||||
